Lolosnya Karya Sineas Muda Di Ajang Festival Film Cannes
pamuterArts – Banyak potensi di Indonesia yang mampu dijadikan sebuah cerita yang menarik untuk di Filmkan. Fenomena yang terjadi di beberapa tahun terakhir mengenai masuknya film produksi lokal yang mampu di sejajarkan dengan film luar negeri dengan kualitas yang tidak kalah tentunya. Masuknya film indonesia ke festival film bergengsi di luar negeri menjadi peluang tersendiri bagi para sineas muda indonesia yang hasil karyanya mampu lolos serta memasuki nominasi. Peluang dimana para sineas mampu berinterkasi dengan para sutradara film luar negeri, dan belajar dengan melihat hasil karya para sineas lain. Pada tahun ini ada 2 jenis judul film yang berhasil lolos masuk nominasi di salah satu Festival Film Cannes di Paris, Perancis. Marlina dan Prenjak , itulah 2 judul film karya anak bangsa yang nangkring sejajar dengan film luar negeri. (A/S)
Sineas Mouly Surya yang memiliki karya dengan judul Marlina masuk ke dalam kategori nominasi L’Atelier Cinefondation, dan Wregas Bhanuteja dengan karya berjudul Prenjak masuk dalam nominasi La Semaine de la Critique. Masuknya film indonesia ke nominasi tersebut menjadi peluang para sineas lokal untuk dapat bekerja sama dengan para produser di Eropa. Bahkan dengan memasuki Festival Film Cannes, sineas akan mendapatkan kucuran dana untuk menyebarluaskan film yang dimiliki. Film Marlina sendiri harus mampu mengalahkan 14 film lainnya pada kategori nominasi yang dimasuki. Walaupun terlihat begitu berat film Marlina di prediksi akan mampu memiliki peluang yang lebih besar dikarenakan film yang bercerita mengenai wanita Sumba itu sudah lolos pada Busan International Film Festival tahun 2015 di Busan menjadi Asian Project Market, film ini juga sudah mengantongi Next Masters Support Program di event Talent Tokyo pada tahun 2015 lalu. (A/S)
Fim pendek berjudul Prenjak ini memang sengaja dibuat untuk mampu masuk dalam nominasi Festiva Film Cannes. Dengan proses produksi yang bisa di bilang sangat cepat, hanya memakan waktu 2 hari untuk syuting dan sekitar 1 minggu untuk proses edit. Festival Cannes memang sudah menjadi tujuan utama film pendek ini dibuat. Film yang mengusung cerita lokal tentang penjual korek api yang harga per korek api sepuluh ribu rupiah namu tak hanya menjual saja, perempuan sang penjual korek api ini memberikan sesuatu yang berbeda yakni jika sang pembeli sudah membayar maka pembeli berhak melihat anggota tubuh perempuan penjual korek api itu. (A/S)

0 Response to "Lolosnya Karya Sineas Muda Di Ajang Festival Film Cannes"
Post a Comment